Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opinion. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2016

"Something"-Ception

HOLA!!
Sudah lama banget blog ini dibiarkan sepi tanpa ada penunggunya dan tanpa sapa.
Karena pada dasarnya blog ini jadi tempat untuk curahan hati pikiran-pikiran "random" yang sering sekelebat ada di otak, nah kalau di otaknya cuma ada isi kerjaan, masa iya di blog mau nulis tentang update progress project haha.

Setelah lama gak mikir yang aneh-aneh,
Hari ini tiba-tiba keingat tentang film yang kuat di storylinee-nya yang berlapis-lapis.
Dengan Bang Leo Di Caprio yang jadi pemeran utamanya (selamat akhirnya dapat Oscar ya Bang!! Kualitas akhirnya diakui setelah harus gulat sama beruang, padahal dinginnya air laut waktu di Titanic juga pengorbanan berat ya? Belum lagi kudu ngerangkak ala orang lumpuh di Wolf of Wall Street haha)
Yup, film yang judulnya INCEPTION.

Walaupun kombinasi Nolan (Director) dan Leo (Actor) sangat waow, tapi saya bukan mau bahas filmnya, tapi ideologi filmnya tentang Inception atau Insepsi itu sendiri.

Kalau secara definisi, Inception merupakan suatu permulaan dari suatu kegiatan, proses atau institusi.
Nah, saya yakin banget banyak yang berpikiran kalau arti Inception adalah penanaman suatu ide ke pikiran seseorang dan sometimes ide itu bisa berlapis-lapis.
Yaa, gak bisa disalahkan karena memang itu yang jadi konflik utama di film Inception.
Wajar kalau banyak yang salah kaprah.

Salah kaprah itu terbawa sampai ke aspek yang lain (termasuk saya juga sering salah pakai kata-kata ini).
Yang di otak saya adalah : bla bla bla-Ception adalah sesuatu yang berlapis-lapis momennya.

Contohnya yang paling booming kemarin adalah waktu muncul Chitato rasa Indomie.
Saya sering banget bilang snack itu menganut asas "Rasa-Ception" haha random banget sih.

Ada juga pernah sebut "Cons-Ception" yang artinya Conspiration-Ception. Kalau ini sih pure buatan saya aja.

Contohnya : Ada seorang Konspirasi-Skeptis terkenal dari Amrik, lupa namanya siapa, sebut saja Mr.X.
Dia menentang fakta yang diberikan pemerintah USA kalau organsasi rahasia (lupa namanya apa) yang tugasnya untuk memprediksi bagaimana konsistensi USA di dunia kalau "KEDAMAIAN BENAR-BENAR TERWUJUD" itu sudah dibubarkan.
Dia bilang kalau itu konspirasi pemerintah Amrik saja untuk pengalihan isu, tapi sebenarnya organisasi itu masih berjalan dan merencanakan serta bertanggung jawab terhadap banyak penyerangan teroris di dunia 1 dekade terakhir.
Nah, ada simpatisan pemerintah (lupa juga namanya siapa, maaaf) yang latar belakangnya adalah sejarahwan, sebut saya Mr.Y,  malah menuding Mr.X itu utusan New World Order untuk membuat pengalihan isu.
Nah loh.
Dari contoh sederhana di atas aja, sudah ada 3 lapis konspirasi.
Pertama : tentang eksistensi organisasi rahasia itu sendiri.
Kedua : Mr. X yang menuding konspirasi pertama.
Ketiga: Mr. Y yang menuding Mr.X melakukan konspirasi.

Pusing kan? Sama.

Nah, terlepas dari melencengnya hakikat definisi Inception yang saya pakai seenaknya sendiri,
Mari sepakati sajalah kalau penggunaan kata "bla bla bla-Ception" itu memudahkan banyak penjelasan makna dari suatu kejadian.

Jadi, misal nih ya kamu menemukan suatu kejadian.
Si X lagi main sama temennya, dia ditelfon sama Mamanya dan ditanya lagi dimana.
Dia jawab lagi belajar kelompok. Padahal aslinya main.
Terus orang tuanya bilang "Cepat pulang. Mobilnya mau dipakai sama Mama Papa. Ini ada kondangan", padahal aslinya Mamanya mau keluar ke Mall soalnya dijanjiin sama Papanya dibeliin baju.
Nah, padahal Papanya juga bohong buat beliin baju. Sebenarnya dia nanti mau belokin tujuannya bukan ke Mall, tapi jadi ke Pameran Mobil.

Is it sounds similar?
Just named it as "Bohong-Ception".
Hahaha lebih mudah kan?

Sabtu, 09 Mei 2015

Meet Your New Colleague, Face Them Gently, Got Your Best Impression, Keep in Touch and You Will Get You Deserve!

Sudah lama sekali blog ini dibiarkan tidak terurus. Tidak ada postingan baru. Tidak ada aktifitas di dalamnya. Kalau dimisalkan rumah mungkin sudah berdebu, banyak sarang laba-laba dan mungkin sudah dijadikan tempat mesum buat anak muda-mudi yang dilanda asmara.
Sebenarnya selama ini banyak sekali pemikiran dan mungkin uneg-uneg yang mau disampaikan tapi karena niat yang kurang kuat akhirnya selalu urung.


Kurang lebih 8 bulan bekerja di Jakarta ini, banyak sekali kondisi benar-benar baru yang saya temui. Mulai dari teman baru, rekan kerja baru, bos baru, klien baru.

Yang perlu digaris bawahi, ini benar-benar baru. Dari kalangan dan latar belakang yang berbeda-beda juga.

Dan prinsip saya, jika kita bertemu orang baru kita harus dapat first impression yang bagus dari dia (to be honest, poin ini belum sepenuhnya bisa saya dapatkan), karena kita tidak tahu bisa saja kita akan membutuhkan orang yang baru ditemui itu suatu saat nanti.

Singkat kata, kita tidak bisa under estimate sama siapapun, terutama orang baru.



"Kalo twist plot yang di film-film sih gini, kita lagi jalan buru-buru ke kantor buat meeting dan sudah telat nih ceritanya. Terus kita gak sengaja nyenggol orang yang jalannya agak lambat di depan kita, kemudian kita ngomel-ngomel ke dia.
Waktu kita sampai di kantor, ternyata orang yang kita senggol itu adalah klien yang akan meeting sama kita. Klise"



Oleh karena itu, mungkin saya mau share aja pendapat tentang kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin sering kita perbuat saat baru pertama dengan orang lain. Pendapat ini juga hasil ngobrol dengan beberapa teman, jadi tidak sepenuhnya prerogratif pendapat saya. Here we are:


1. Saat Jabat Tangan
Ini mungkin hal yang paling simpel yang akan dilakukan pertama kali saat bertemu orang lain.
To the point aja, PASTIKAN saat berjabat tangan kita selalu dalam keadaan berdiri. Terlebih misal yang akan kita jabat tangannya ada cewek. Itu menunjukkan kalau kita respect dan interest sama kehadiran dia. Dan selalu perhatikan gesture dari lawan kita itu, jika dia ternyata muslimah yang tidak berkenan untuk bersentuhan tangan dengan non-muhrimnya, ya sudah sewajarnyalah kita hanya menyilakan tangan kita di dada kita.
Dan 1 lagi, jangan berjabat tangan seperti kita belum makan 3 hari (tidak bertenaga). Genggam lawan bicara kita dengan mantap, pandang matanya, shake your hand and hold it for around 2 seconds. 


2. Saat Memperkenalkan Diri

Kesalahan kecil paling sering terjadi adalah, saat berjabat tangan secara refleks kita akan memperkenalkan diri kita,  
DAN SECARA BERSAMAAN. 
Pasti pernah ngalamin kan? Sehingga kita tidak mengetahui secara jelas nama lawan bicara kita. Atau mungkin kita akan tanya lagi “Siapa namanya tadi?”, atau mungkin ada juga yang akhirnya setelah ngobrol-ngobrol kita baru Tanya “Oh ya, siapa namanya tadi?”. 
What the hack, repetitif kayak gitu itu gak proper bro. Dari hasil tanya-tanya ke beberapa teman, mereka tidak suka kalau namanya ditanya sampai berkali-kali. 
“Lha terus tadi waktu kenalan, lu dengerin apa?”, kebanyakan akan menggerutu seperti itu.

Jadi, yasudah waktu jabat tangan, biarkan lawan bicara kita memperkenalkan dirinya sendiri dulu, baru setelah itu kita memperkenalkan diri kita dengan suara yang jelas dan mantap. That will make you look great and gorgeous bro!


3. Saat Sudah Mulai Ngobrol

Nah, ini sebenarnya saat-saat kegaringan mulai muncul dan ego masing-masing orang akan terlihat. Jadi fase ini memang paling ribet menurut saya. Karena tujuan kita adalah untuk mendapatkan first impression yang bagus, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

a.   Saat ngobrol, pertukaran informasi akan terjadi. Ingat ya, pertukaran informasi, jadi kita harus punya informasi yang akan ditukarkan. 
      Singkat kata, be the person that has wide knowledge bro. Tidak perlu pengetahuan tentang sains atau politik yang mendalam, obrolan kecil tentang kabar Liga Champions, Pertandingan tinju antara Pacman dan Mayweather, KAA yang sudah terlaksana, Hukuman mati yang diberikan pemerintah Indonesia kepada Bandar narkoba asing, destinasi wisata yang menarik dekat kotamu, itu sudah cukup untuk menjadi obrolan ringan yang akan mengantarkan kita ke pembicaraan yang lebih serius. 
      Jadi, jangan sampai kita tidak tahu kabar-kabar umum terbaru atau KUDET. Bisa-bisa kita jadi orang garing yang tidak asik diajak ngobrol. Gimana kita bisa dapat first impression yang bagus kalau kita tidak nyambung diajak ngobrol?

b.   Pada hakikatnya, manusia itu lebih suka ngomong daripada mendengarkan. Walaupun kita hanya punya mulut 1 dan telinga yang lebih banyak, 2 buah. Tapi entah kenapa kita lebih suka ngomong daripada mendengarkan. Sehingga, semua orang pasti pernah mengalami dan mengucapkan hal ini saat ngobrol, “Oh gitu? KALO AKU …..”. 
      Ya!! KALO AKU merupakan kata-kata yang paling sering diucapkan. Jadi saat lawan bicara kita selesai bicara atau bahkan belum selesai bicara, kita secara tidak sadar mengeluarkan kata-kata KALO AKU dan seterusnya. Men, ini bukan ajang pamer pengalaman atau pamer pengetahuan. Ada kalanya kita harus diam dan mendengarkan. Buat saya, tidak masalah jika kita tahan hasrat ngomong kita, biarkan lawan bicara kita yang lebih banyak bersuara, bikin mereka nyaman ngobrol sama kita karena kita nyambung diajak ngobrol dan MAU MENDENGARKAN APA YANG MEREKA OMONGKAN.

c.   Berikutnya adalah masalah topik obrolan, seringkali kita kehabisan topik obrolan. Sebenarnya mudah saja sih, topik obrolan yang gak ada matinya adalah: PENGALAMAN.

Simpel sekali. Kita pancing aja lawan bicara kita untuk menceritakan pengalaman dan anything about themselves. Pasti gak ada matinya, dan itu topik menarik untuk mereka. Karena, manusia itu makhluk paling egois di dunia. Mereka suka sekali menceritakan keAKUannya. Dan itu tidak jelek kok, kita bahkan bisa belajar dari pengalaman mereka kan? 
Dan saat mereka mengeluarkan kata-kata “Kalau kamu gimana?”

YOU GOT IT BRO!! Selamat anda sudah mendapatkan perhatian dari lawan bicaramu, itu menandakan dia respect ke kamu dan ingin mendapatkan sesuatu juga dari kamu.

d.    BIG DON’Ts are:

·    Menanyakan umur, lebih baik menanyakan angkatan saat kuliah. Itu lebih redirect daripada kita menanyakan secara langsung “Umurnya berapa ya?”

·    Menanyakan status. Seperti “Sudah nikah atau belum?”, mungkin ini pertanyaan simpel dan lumrah bagi sebagian orang. Tapi bagi sebagian sisanya, bisa jadi ini pertanyaan yang sensitive dan privasi sekali

·    Menanyakan agama, ini benar-benar sudah wilayah pribadi seseorang yang tidak bisa diganggu gugat. Jangan pernah menanyakan hal ini kecuali kita sudah kenal baik dengan lawan bicara kita

·    Menanyakan nominal gaji. Jika dalam dunia kerja, saat kita share dengan orang baru, dan kita menanyakan hal ini, sama saja menarik pelatuk pistol tepat di kepala kita. No more explanation, just don’t do it

Poin-poin di atas hasil sharing dengan tentor suatu pelatihan yang kebetulan beliau adalah ekspat. Jadi hal di atas merupakan hal tabu di luar negeri, terutama di Eropa. Tapi saya yakin, sepertinya hal ini juga tabu ditanyakan pada orang yang baru kita temui.


4. Saat Akan Pamit

Kesalahan kecil yang fatal dan sering dilakukan adalah: TIDAK MENANYAKAN KONTAK YANG BISA DIHUBUNGI. Kebanyakan orang berpikiran tidak panjang ke depan, jadi misal sudah bertemu orang, ya sudah, gitu aja, tidak ada kelanjutan. 
Padahal balik seperti di awal saya bilang, kita tidak pernah tahu jika ke depannya mungkin kita membutuhkan bantuan orang tersebut atau mungkin orang tersebut juga membutuhkan kita tapi tidak tahu kontak kita.

Simpel sekali kok, tinggal minta nomor hp atau emailnya. Ingat ya, NOMOR HP. Itu lebih formal dan fungsional, kita bisa telpon jika dalam keadaan urgent. 
Nomor HP juga akan secara otomatis integrate ke  akun Whatsapp, dan kadang-kadang juga akan integrate ke akun Line. Jika kamu tipikal orang yang chat freak, usahakan jangan meminta ID social media atau chatting di kesempatan pertama bertemu orang baru dalam keadaan formal. 
Tapi misal dalam keadaam informal, ya mungkin saja jika kita minta pin BBM, ID Line dan sebagainya. Tetap perhatikan kondisi ya.



4 poin dan 3 sub-poin di atas mungkin sudah sama-sama kita sadari kalau memang hal tersebut adalah hal proper yang kita lakukan, tapi kita sering sekali miss dalam melaksanakannya. 
Padahal dari hal-hal kecil tersebut, kita bisa mendapatkan first impression yang bagus dan bisa dipercaya oleh orang lain.

Saya juga belum bisa sepenuhnya sempurna dan lancer dalam melaksanakan seluruh poin dan sub-poin di atas. Saya juga masih berusaha, terlebih dalam fase saat Sudah Mulai Ngobrol.

Mungkin jika dirasa poin di atas terlalu kaku dan formal, itu karena saya merefleksikan dalam dunia kerja dan professional, tentunya akan lebih luwes jika kita bertemu seseorang dalam kondisi informal, tapi tetap usahakan pada pakem-pakem tersebut.

"Meet your new colleague, face them gently, got your best impression, keep in touch and you will get you deserve!"

Jumat, 19 Desember 2014

Kebenaran Ternyata Ada Di Mana - Mana

Satu hal yang gak mungkin bisa disangkal adalah fakta kalo kebenaran itu cuma ada di Tuhan.
Kalo buat saya pribadi, berarti Allah.
Tapi secara terminologi umum, bisa berarti semua Tuhan.
Karena setiap agama pasti punya Tuhan masing-masing.
Dan di semua agama, pasti prinsipnya sama, kalo Tuhan itu yang Maha Benar.

Fakta di atas gak bakal terbantahkan.
Kecuali kamu seorang Atheis.yang memang tidak mempercayai keberadaan Tuhan dan selalu menghubungkan segala sesuatunya berdasarkan nalar dan logika.

Tapi saya gak bakal ngmgin masalah konteks Ketuhanan.
Karena memang saya blm capable buat hal itu.
Saya cuma mau sharing aja tentang fakta lain dalam konteks kemanusiaan, kalo :
Kebenaran itu ada di mana - mana.
Tergantung sudut pandang dan perspektif masing-masing orang.
Dan mungkin kebanyakan orang gak sadar akan hal itu, dan ketidak sadaran itu yang membuat diskusi itu jadi panjang.
Dan sampai jadi ada istilah yang namanya "DEBAT KUSIR", karena semua orang tahunya adalah KEBENARAN ITU MUTLAK.
Dan pendapat dia adalah benar.
Benar = Kebenaran.
haha

Ini ada beberapa contoh yang berhubungan sama kebenaran yang tergantung sama perspektif orang.
Dan saya yakin ini juga dialami dan pernah disadari sama semua orang :

TENTANG KERJAAN
Topik ini yang lagi happening banget secara saya dan temen2 saya masih anak baru kantoran yang baru memulai kerja.
Contoh kebenaran relatifnya adalah :
1. Ada temen yang kerjanya dengan jam kerja yg teratur. Jam masuk dan jam pulangnya uda fix banget. Dengan salary rate yang uda fix juga. Dan temen2 yang sdh kerja kyk gini, seringnya nganggep kerjaan mereka yang paling enak.
2. Ada temen yang kerjanya dengan jam kerja yang gak teratur. Jam masuk bebas (tidak mengikat) dan jam pulangnya juga bebas (tapi  lebih sering lemburnya). Dengan salary rate yang gak tetap, karena biasanya yang kyk gini itu kerjanya project based jd gajinya bergantung sama project juga. Dan biasanya temen2 yang sdh kerja kyk gini, seringnya nganggep kerjaan mereka juga asik.
KESIMPULAN :
Semuanya ngerasa kerjaan mereka yang paling asik.
Ya iyalah, kalian ngerasainnya yang kalian kerjain skr.Jelas asik -___-
Tapi overall, semuanya tergantung sama perspektif masing2.

TENTANG GAYA HIDUP
Ini juga yang lagi happening banget haha karena menyangkut gaya hidup temen2 saat mereka uda masuk dunia kerja.
1. Ada yang gaya hidupnya masih ala anak kos. Makan seadanya. Kos seadanya. Hbs dari kantor langsung pulang. Dan biasanya gak ngelakuin hal yang aneh2 (if you know what I mean).
2. Ada yang gaya hidupnya meningkat. Makan jd lumayan sering di resto. Beli2 barang baru trs. Kos juga dipilih yg nyaman banget.
KESIMPULAN:
Ya gak ada yang salah. Bisa aja yang masih hidup ala anak kos itu karena mereka emang lagi pgn ngumpulin duit?karena ada target yang mereka kejar? Ato mungkin karena memang gajinha pas2an?Who knows?
Tapi ya ga salah juga buat yang hidupnya mulai enak. Ya mereka emang pegang uang. Mungkin mereka mau nikmatin uang itu dulu sebelum mulai berpikir serius buat menyisihkan uangnya? Who knows?


Dan banyak laainnnya.
Capek ngetiknya.
Banyak banget sih sebenarnya contoh2 lain.
Mungkin dengan baca 2 contoh di atas, membukakan pintu hati dan pikiranmu buat menyadari contoh2 lain yang byk terjadi di keseharian kita.

Sebenarnya saya cuma mau bikin semua aware aja kalo kebenaran itu relatif banget.
Kenapa?
Ya Karena :
Kebenaran Ternyata Ada Di Mana- Mana

Kamis, 02 Oktober 2014

Selalu ada yang baru

Selalu ada yang baru.
Selalu ada yang baru di setiap fase kehidupan kita.

Kita lulus TK, masuk ke SD.
Kita lulus SD, masuk ke SMP.
Kita lulus SMP, masuk ke SMA.
Kita lulus SMA, masuk kuliah.
Kita lulus kuliah, masuk kerja.
Kita purna kerja, masuk ke panti jompo.

Semua fase kehidupan berjenjang itu (Insya Allah) pasti kita lewati.
Dan di setiap fase itu, ada 3 hal yang pasti kita hadapi.
Pertemuan.
Perpisahan.
Penyesuaian.

Pertemuan dengan orang baru, dengan kondisi baru, dengan suasana baru, dengan tanggung jawab baru.
Perpisahan dengan orang lama, dengan kondisi lama, dengan suasan lama, dengan tanggung jawab lama.
Penyesuan dengan pertemuan dan perpisahan itu.

Dan ini yang sedang saya hadapi sekarang.
Alhamdulillah sdh purna kuliah dan wisuda di kampus perjuangan, ITS Surabaya, tanggal 14 September.
Saya dihadapkan pada rezeki dan mungkin jalan hidup bahwa tanggal 1 September saya sdh harus pny tanggung jawab baru sebagai kuli pikir di suatu perusahaan konsultan bisnis di Jakarta.

Bertemu dgn orang baru.
Kondisi baru.
Suasana baru.
Tanggung jawab baru.
Fase ini dinamakan Pertemuan.

Dan otomatis saya harus meninggalkan semua yang ada di Surabaya.
Fase ini dinamakan Perpisahan.

Aktualisasi sekarang adalah fase Penyesuaian.
Masih sering sekali terbayang dengan suasana kota Surabaya.
Tapi harus ditahan.

Semoga memang ini jalan terbaik ya.
Semoga berkarir di kota Jakarta dan perusahaan konsultan ini memang jalan terbaik ya.
Memang..
Selalu ada yang baru.

Sabtu, 13 September 2014

Kita (memang) bukan Nabi ..

"Ya namanya juga manusia, pasti banyak khilafnya"
"Manusia itu emang tempatnya salah, karena yang bener ya cuma Tuhan"
"Ya kita pasti banyak salah lah, kita kan bukan Nabi"

Dua kalimat di atas pasti uda sering banget kita2 denger.
Entah itu sebagai kalimat pembelaan, atau mungkin kalimat yang sifatnya untuk kasih semangat ke orang yang baru aja bikin kesalahan yang (lumayan) fatal.
Tapi aku ngerasa kalimat2 itu makin lama makin terlalu sering aku denger.
Habis buat kesalahan, langsung bilang : "ya namanya juga manusia, pasti banyak khilafnya" bla bla bla bla bla ......

Ya emang sih, sebagai manusia biasa, bukan manusia suci, kita pasti banyak banget kesalahannya.
Sebagai makhluk Tuhan yang juga dianugerahi dengan hawa nafsu, itu pemicu kesalahan dan dosa nomor 1, pasti kita banyak banget lepas kontrol dan ngelakuin sesuatu yang di luar kendali kita.

Dengki.
Iri.
Sombong.
Riya'.
Dzalim.
Fitnah.
Dusta.
Su'udzon.

Itu cuma sedikit dari banyak penyakit hati yang pasti pernah kita lakuin.
Jadi inget2 dulu ada tiap pagi jam setengah 6an pagi di stasiun MNCTV (dulunya namanya TPI), 
ada siaran kyk dakwah yg namanya "Bengkel Hati". Kalo gak salah, nama Ustadz nya itu Ustadz Danu deh.
Jadi di acara itu dia nerima konsultasi by phone ato on the spot dari jamaah yang ada di sana, konsultasi kesehatan. Dan dia bakal ngelakuin analisis/diagnosa penyebab dan obatnya dengan pendekatan kejiwaan.
Bukan medis.
Bukan spiritual.
Contoh nih ya, tiap ada yang konsultasi kesehatannya contoh penyakit stroke, penyakit gula, penyakit nyeri encok, penyakit lain yang agak serem juga ada.
Dia selalu bilang :

"Ibu/Bapak/Saudara punya masalah sama orang lain? Ibu/Bapak/Saudara kesel dan jengkel sama orang lain tsb?
Nah rasa jengkel itu yang bikin penyakit ini.
Jangan menyimpan jengkel, hilangin jengkelnya. Ikhlasin kesalahan dan urusan sama orang tsb.
Coba diikhlasin sekarang ya. Tarik napas dalem2, hembuskan.....
Gimana skr Pak/Bu? Sudah enakan? Sudah kan ya? "

hehehehe...
dulu itu selalu aku buat guyonan.
Karena sakit apa aja pasti kata2 diagnosa nya sama aja.
Gak tahu deh skr masih ada atau gak acara itu.

Tapi kalo dipikir lagi, emang bener.
Yang bikin penyakit, yang bikin hidup kita gak bahagia, yang bikin hidup kita di bawah tekanan.
Itu ya kita sendiri.
Dan juga pikiran kita.
Coba aja direfleksikan.
Hidup kita uda enak, punya HP, pny laptop, pny rumah, sehari bisa makan 3x, pny kendaraan sendiri, bisa mandi dengan bebas.
Tapi tiba2 kita galau soalnya temen kita uda dapet kerja dulu.
Tapi tiba2 kita galau soalnya temen kita dapet IP lbh baik dri kita.
Tapi tiba2 kita galau soalnya kucing kita hamil tapi kita gak tau siapa yang menghamili.
Terus kita merana, meratap, seolah hidup kita paling sengsara di dunia.

Jujur ya,
kita gak bakal bisa lepas dari siklus itu semua.
Itu kodrat kita memang, sebagai manusia biasa.
Tapi bijak bgt kok dan gak ada ruginya kalo kita coba minimalisir itu.
Legowo, lapang dada, sabar, ikhlas, bersyukur.
Enak banget hidup kalo penuh perasaan itu.
Dan kalo kita kembali melakukan kesalahan2 yang bikin dosa kita makin banyak,
Mendingan kita refleksikan lagi dan cari tau penyebab kita ngelakuin dosa itu sebenarnya apa.
Dan tolong banget jgn sampai jwbannya:

"Ya namanya juga manusia, pasti banyak khilafnya"
"Manusia itu emang tempatnya salah, karena yang bener ya cuma Tuhan" 
"Ya kita pasti banyak salah lah, kita kan bukan Nabi"

Ya kita (memang) bukan Nabi -_-

Senin, 21 April 2014

Selamat Hari Kartini!!! Bagaimana Kabar Emansipasi?

Hari ini tanggal 21 April. Pas banget dengan hari lahirnya Raden Adjeng Kartini atau R.A. Kartini yang ditetapkan sebagai Hari Nasional Kartini.
Hari dimana waktu jaman SD pasti diselenggarakan karnaval atau pawai.
Kita2 (terutama anak cewek) yang masih lugu, diem aja waktu didandanin dan dipakein baju kebaya ala Kartini dan baju ala Basofi dan disuruh jalan ato bahkan naik kereta kelinci keliling kota haha.

Lebih dalam lagi, peringatan itu juga harus disertai dengan pengetahuan tentang peringatan itu sendiri.
Kartini itu merupakan sosok inspirasional banget, terutama buat kaum cewek yang hyper aktif dan punya cita-cita setinggi langit. Karena Kartini menjunjung tinggi yang namanya Emansipasi.
Iya, namanya EMANSIPASI.

Emansipasi simpelnya adalah persamaan hak. Kalo emansipasi wanita berarti persamaan hak yang dimiliki oleh wanita dan kebebasan untuk menentukan pilihan dan nasibnya secara merdeka.

Dulu Kartini merupakan salah satu pelopor dan pejuang emansipasi. Salah satu, karena sebenarnya banyak yang lainnya, tp gak diekspos aja.
Kartini merupakan anak Bupati Jepara (kalo gak salah) yang kental dengan budaya, adat dan tradisi. Dan Kartini ini beruntung karena keturunan ningrat makanya bisa sekolah di sekolah Belanda, dan karena sering kumpul sama meeneer2 belanda itulah, pemikiran dan pandangan Kartini terbuka soal hak-hak wanita yang jelas beda banget antara di Belanda (Budaya Eropa) dengan di Indonesia dan Jawa (Budaya Timur).

Kalo ada istilah Jawa yang intinya menyebutkan kalo cewek itu cuma bisa MACAK, MANAK, MASAK (Dandan, melahirkan, masak).
Lha si Kartini ini pingin merubah paradigma itu supaya wanita-wanita Indonesia bisa menggapai mimpi dan hak yang jauh lebih tinggi daripada sekedar tiga hal itu. Makanya Kartini akhirnya membuka sekolah khusus wanita di Rembang da Jepara (kalo gak salah juga) dan membuat buku fenomenal "Habis Gelap Terbitlah Terang" yang katanya isinya itu banyak mengkritisi kebudayaan-kebudayaan di Jawa yang sering memarjinalkan kaum perempuan.

Nah, itu Kartini. Pahlawan pada masanya dimana wanita memang sangat dikekang, gak bisa ngapa2in. Mau sekolah aja susah, kudu siap dijodohkan, kudu siap dimadu.
Kartini muncul sebagai pendobrak.

Kenapa kok bs sampai wanita dikekang seperti itu.
Sekali lagi, karena faktor TRADISI.
Di saat adat daerah sangat kuat pada jamannya, patokan utama itu ada pada adat dan budaya.
Dan memang budaya Jawa itu membuat wanita menjadi kaum marjinal. Karena adat Jawa itu kolot.
Ada bagusnya sih, sopan santun dan tata krama dijunjung tinggi, tp selalu ada negatifnya juga.

Tapi kalo di Islam, wanita itu tidak dibedakan dengan kaum pria.
Malah nama Wanita diabadikan dalam salah satu suratul Qur'an (An-Nisa).
Kalo kata Alm. Papa saya, bahkan Islam gak pernah melarang wanita buat berdagang dan ikut berjihad perang.
Islam itu mejunjung tinggi kehormatan wanita, makanya Wanita diwajibkan menutup auratnya.
Karena semua wanita itu (seharusnya) ibarat Putri yang tubuhnya tidak bisa dilihat sembarangan orang kecuali muhrimnya sendiri.

Lha, permasalahannya sekarang adalah : Apakah Emansipasi Wanita Sudah Terwujud???????

Kalo boleh jawab dengan lantang saya akan jawab : Sudah Terwujud. Terlalu Terwujud Bahkan.

Semua kegiatan wanita kebanyakan dipondasikan oleh asas Emansipasi.
Di Indonesia sudah pernah ada Presiden Wanita.
Politis juga makin banyak yang berasal dari kaum perempuan.
Motivator? Sudah banyak yang perempuan.
Pengusaha? Sudah banyak, bahkan sudah ada namanya sendiri : BusinessWomen.
Atlit?? Banyaaaaak yang perempuan. Atlit Angkat besi, binaraga dan pegulat aja ada dari perempuan.

Hampir semua profesi di dunia ini sudah bisa ditekuni oleh wanita.
Tapi karena saya Islam dan memang agama ini yang menjadi pondasi paling utama saya, bukan adat ato apapun,
Sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang mampu menyelaraskan fungsi, hak dan kewajibannya:
- Seorang hamba Allah ( At-Taubah 71 )
- Seorang istri ( An-Nisa 34)
- Seorang ibu ( Al-Baqoroh 233 )
- Warga masyarakat (Al-furqan 33)
- Da’iyah ( Ali Imran104 -110)

Jadi, jangan terlalu meyerukan emansipasi kalo 5 fungsi itu blm bisa dijalankan dengan benar.
Karena Kartini menyerukan emansipasi dengan tujuan untuk menyelamatkan kaum wanita dari penindasan, bukan malah mengarahkan wanita menjadi kaum penindas.

Selamat Hari Raya Kartini.
Rayakan, Resapi, Lakukan.

Sabtu, 29 Maret 2014

Penumpang dan Sopir Bus

"Segala sesuatunya bakal kelihatan mudah kalo dianalogikan"

Itu kata-kata yang sering saya ucapkan ke orang lain yang hobi menganalogikan sesuatu.
Itu suatu kalimat sarkasme juga sih sebenarnya, karena memang  sgala sesuatunya bakal terlihat mudah kalo dianalogikan.
Dan saya bkn orang yg suka beranalogi.
Contoh kalimat analogi pembangkit semangat yang membuat hidup jadi simpel banget :

"Hidup itu kayak sepeda fixie. Untuk menyeimbangkan sepeda, jauh lebih mudah kalo km terus mengayuh maju ke depan daripada km berusaha untuk mundur atau diam di tempat" (btw ini analogi yang saya buat sndiri haha)

Hidup jadi kerasa mudah banget kan kalo diliat dari analogi itu??
Hidup itu emang susah dan penuh cobaan. Tapi cara paling mudah ngelewatin itu semua adalah you must go on. Maju aja terus. Jangan merenungi masa lalu atau diam di tempat tnp melakukan apa2, mungkin kurang lebih gitu arti analogi tersebut.

Dan saya mau share tentang analogi baru yang saya pkirin secara tiba2.

Cowok dan cewek itu dua entitas yang sangat berbeda dari segi apapun. Dan saya menganalogikan cowok itu kyk sopir bus dan cewek itu sebagai penumpang bus.
Kalo dari sudut pandang penumpang bus (cewek) :
"Kita selalu naik bus yg sama tiap hari. Itu membuat kita gak pernah tahu dunia luar. Makanya jika kita naik bus yang lain, bahkan walau kita salah rute, syukurilah. Karena kesalahan itu akan membuat kita tahu dunia luar"

Kalo dari sudut pandang sopir bus (cowok) :
Kita selalu mengendarai kendaraan yang sama setiap hari dengan penumpang yang mayoritas sama setiap harinya. Oleh karenanya, jika ada penumpang baru yang naik ke bus kita, walaupun dia ternyata salah rute. Hal tersebut sangat berkenang untuk kita. Karena dia telah memberikan suatu penyegaran di tengah2 hal yg rutin"

Maknanya apa dari analogi di atas??
silahkan dimaknai sendiri :)

Selasa, 11 Maret 2014

Sistem Politik Indonesia(ku Tercinta)

Saya ini bukan mahasiswa yang senang dengan politik, baik itu politik nasional, internasional maupun politik kampus.
Karena menurut saya, politik itu kotor banget. Abu-abu banget yang mana lawan dan yang mana kawan.
Dan jujur, politik itu menunjukkan wajahnya yang sangat munafik.

Kenapa saya nulis dengan topik kayak gini?
Karena saya jengah.
Iya.Saya jengah.Bosen dan muak setiap kali di jalan melihat banner2 wajah orang yang sangat asing buat saya dengan background warna yang berbeda-beda (yang menandakan mereka dari parpol yang berbeda pula).







Indonesia ini menganut SISTEM POLITIK MULTIPARTAI BERBATAS.
MULTIPARTAI karena partai di Indonesia ini banyak sekali. Kalo setau saya, jaman orde lama itu lebih dari 100 partai ikut pemilu legislatif. Saya gak tau apakah sistem pemilihannya sama kayak sekarang, yang jelas gak bisa bayangin aja harus milih caleg dari 100 lebih partai. Kertas suaranya segede spanduk demo paleng.
Terus jaman Pak Harto, baru ditekan jadi sistem partai terbatas. Karena cuma ada 3 partai kalo gak salah, PDI, Golkar sama PPP.
Dan sekarang baca2 katanya ada sekitar 15 an partai yang sudah pasti ikut pemilu legislatif.
Banyak banget parpol di Indonesia. Sehingga kepentingan yang mau dibawa pun banyaaak bgt. Dan berbeda2 di tiap parpolnya.
Kenapa bs banyak?karena syarat pembentukan parpolnya aja gampang banget!!
Tinggal masalah berani ato gak buat parpol baru??

BERBATAS karena parpol tersebut harus punya minimal 2,5% suara di daerah supaya ada perwakilan di DPR ataupun DPRD.
Misal nih, di daerah X itu terdiri dari 500.000 DPT, berarti parpol harus dapetin minimal 12.500 DPT. itu jumlah yang besar loh.
Makanya banyak banget banner yang memajang foto2 Wakil parpol nya (saya gak bilang wakil rakyat ya, tapi wakil parpol) supaya orang2 tau dan akhirnya milih caleg yang minimal mereka taulah wajahnya gimana.

Dengan banyaknya parpol, akhirnya bisa aja kepentingan parpolnya yang didahulukan daripda kepentingan bersama.
Pernah ada contoh nyata di daerah saya. Wakil walikota nya itu dari parpol yang dominan warna merah dengan simbol binatang matador.
Dia wakil walikota yang diangkat oleh Mendagri sehingga SEHARUSNYA taat sama instruksi Mendagri. Akhirnya saatr polemik kenaikan BBM jadi 6500 kemarin, dia menanggalkan status wakil walikota dan ikut demonstrasi di jalan di depan kantornya sendiri!!! dengan alasan "Karena saya kader partai xxxx, maka saya harus mengedepankan ideologi dan visi partai yang memang oposisi".
Akhirnya setelah fenomena tersebut reda, beliau bikin fenomena lagi dengan mengundurkan diri dari jabatannya dengan dalih akan mencalonkan diri menjadi Gubernur. Waktu diwawancara, dia menjawab "Iya memang saya akan mencalonkan diri menjadi gubernur dikarenakan konsolidasi dari partai saya".
Akhirnya beliau kalah dan sekarang saya lihat banner beliau LAGI sebagai CALON ANGGOTA DPR RI.
Mau ngmg apalagi beliau?disuruh partainya lagi?
Padahal dengan kejadian mundurnya dia dari Wakil walikota, membuat masalah yang berkepanjangan di jabatannya sekarang. Semua warga Kota Pahlawan, Surabaya, pasti tahu dan paham banget masalah ini.

Ini yang saya sebut, benarkah kepentingan golongan dan parpolnya sendiri akan terus diagung2kan dibandingkan kepentingan masyarakat luas?????

Jengah banget dengan hal2 seperti itu.
Banner yang merusak pohon2 kota. Mengurangi lahan pedestrian dan trotoar.
Merusak pemandangan kota dan jalur hijau.
Politik itu kotor.
Saya bukan orang yang menekuni politik atau suka politik.
Saya juga gak tahu bagaimana sistem politik yang paling bagus dan sesuai untuk Indonesia.
Saya cuma berandai, gimana kalo di Indonesia itu cuma ada 2-4 partai sehingga konflik2 multipartai seperti yang terjadi sekarang itu bisa diminimalisir?apakah mungkin???
Tapi mau diapakan pun, ya kita harus terima.
Kita harus terima kalo ya begini ini Sistem Politik Indonesia(ku Tercinta)....

Rabu, 12 Februari 2014

Bangga Dengan Kecantikan dan Kegantengan Anda?

Maaaaaf sekali buat siapapun yang merasa tersindir, tercolek, ter-mention atau tersinggung dengan tulisan kali ini.
Ini perasaan dan pemikiran yg sudah sangat lama sekali pgn saya share ke orang lain.
Itu prolog, biar gak ada urusan gontok2an di belakang :/

Dari jaman dulu sampai sekarang, dan hingga masa depan nanti saya pribadi yakin kalo "Physically Judgement" itu bakal tetep ada, karena pasti disadari kalo kita bahkan kyak gitu di kehidupan sehari2.
Contohnya aja nih :
1. Waktu  mau mkan di tempat yang penuh dengan deretan warung yang sama2 gak mencantumkan daftar harga (kalo ada harga, pasti milih yang murah2 hehe), pasti kita milih warung yang meyakinkan. Dan indikator meyakinkan itu adalah dari PENAMPILAN. Contohnya adalah kebersihan, kursinya masih bisa didudukin apa enggak, mbak yang jaga cantik apa enggak :p

2. Misal di toko buku lagi pgn beli buku tapi gatau buku apa dan gak punya rekomendasi buku bagus, pasti kita lihat buku dari 2 hal : Sinopsis di cover belakang sama harga. Jadi, masih relevan gak pepatah "Don't judge the book just from its cover" ????

"Physically Judgement" juga kita berlakukan saat kita akan menilai seseorang. Ngaku deh, bener kan?
Walaupun kita uda didoktrin sama ortu kita sejak bayi kalo gak boleh menilai orang hanya dari penampilan, tapi tetep aja kan? Kita selalu nilai orang dari penampilannya dulu, baru sisi lainnya (watak, gaya bicara, konten bicara, kecerdasan, dll). Contoh lagi nih:

Saat ada seminar, pembicaranya ada 2. Yang satu pake setelan kemeja slim fit klimis, celana slim fit, sepatu fantovel, jam tangan kulit merk Fossil, sama kacamata merk Hugo. Yang satu lagi pake setelan kemeja flanel, celana jeans, sepatu sneaker, sama topi. Berdasarkan penilaian pertama, manakah yang lebih meyakinkan???

Pasti semuanya sepakat, lebih meyakinkan pembicara pertama dripda pembicara kedua. Padahal tahu siapakah pembicara kedua tersebut? Dia lho RADITYA DIKA. Seorang penulis, entertainer sama creativepreneur. Bukan orang remeh bro. Orang hebat yang memang tampangnya biasa aja :/


Dari fenomena di atas, menyebabkan adanya doktrin kalo elu harus cantik/ganteng/gorgeous/awesome/fabulous/good looking ato apapunlah kalo elu mau dihargai orang lain dan dianggap wah. Bener gak?
Ya karena kita hidup di dunia yang uda melaksanakan faham kayak gitu, ya terpaksa gue jawab bener walaupun pada dasarnya gue gak setuju (kenapa jadi gue elu gini)

Sehingga banyak orang2 sekarang (khususnya anak muda dan lebih khususnya perempuan) itu freak banget sama penampilan!!
Di Amrik, ada pemudi yang meninggal gara2 over anorexia (terlalu kurus), Ada yang buta karena pgn ganti warna mata, ada yang kehilangan anggota tubuhnya gara2 malpraktek saat penyuntikan botox di badan.
See???

"People will remember your attitude, not your physically look. Even you are beautiful or handsome, that beauty will disappear while you growing old. Physical beauty will not long last, but how about Inner Beauty? It will." (Bener gak sih grammarnya?kyknya salah)

Jadi daripda hbisin uang banyak buat mempercantik dan memperganteng fisik, apalagi sampai pake cara2 yang g wajar, mendingan uangnya disimpen, diinfaqkan, dikasih ke ortu dan byk2 belajar dari pengalaman orang lain, perbanyak sharing dengan orang lain dan berbuat baik supaya mental, psikis, pola pikir dan rohanimu jadi cantik dan ganteng.
Toh, itu kan yang bakal abadi? Bukan wajah?
Jadi, masih "Bangga Dengan Kecantikan dan Kegantengan Anda?"

Kamis, 06 Februari 2014

Kebijakan (yang) Sederhana

Di dunia itu banyak banget motivator yang jadi inspirasi, banyak juga yang sok2an jadi motivator karena setengah matinya pgn menginspirasi orang lain sampai dia sering ngmg bijak supaya didenger dan dikagumi orang lain, padahal nih ya, ngmg itu gampang bro ngelakuinnya yang susah.

Sama aja di Indonesia dan sekitarnya.
Ada Bapak Mario Teguh yang sering bgt ngobrolin ttg kehidupan. Menebar semangat, memotivasi orang dan kalo di TV dia sering bgt dapat pertanyaan on the spot dari pengunjung di studio, trus dia bakal jawab dengan kalimat yang memusingkan ditambah dengan gambar coretan2nya yang lucu itu.
Bapak Mario Teguh

Ada lagi Bapak Felix Siauw yang selalu ngmgin cinta2an. Bisa jadi nih ya, Bapak ini jadi public enemy laki2 jomblo kesepian yang tak kunjung pny pacar ato malah baru aja fresh diputusin ceweknya hehe.
Soalnya Pak Felix ini berdakwah kepada maklumat ttg mudaratnya pacaran. Aku sih gak pernah baca bukunya, tapi ya udah lah gak usah dibaca. Banyak temen saya yang jadi "korban"nya hehe.
Motivasi dari Pak Felix ini juga sering bgt didenger dan dijadiin rujukan buat para perempuan2 yang baru putus cinta, jadi mereka bisa semngat dan gak nyesel2 bgt krena uda putus. Nih ilustrasinya :
"Aku sedih bgt hbs putus. Baca buku Pak Felix aja deh" dan kemudian membaca kalimat : KALAU KAMU BERPISAH DENGAN PASANGANMU SEKARANG, JANGAN BERSEDIH KARENA KALAU KALIAN BERJODOH, NANTI PASTI KAMU AKAN KETEMU DIA DI PELAMINAN (tapi jadi tamu) :p
Bapak Felix Siauw

Ada lagi Pak James Gwee dari Singapura yang selalu memotivasi tentang Leadership dan Marketing Motivator. Kalo Pak James ini baru suka nih saya, karena beliau semangat banget kalo lagi memotivasi seseorang. Dia gak berusaha buat membangkitkan semangat seseorang yang lagi down, tapi dia malah memberikan pandangan lain tentang hidup yang akan membuat orang lain akan semangat dengan sendirinya (aku bisa ngmg gt karena udah pernah ikut sendiri trainingnya hehe)
Mr. James Gwee
Terlepas dari contoh di atas nih ya.
Kata2 bijak atau aku sebut aja "KEBIJAKAN" itu bisa didapat darimana aja. Iya bener, DARIMANA AJA.
Pengalaman pribadi yang aku pernah dapet, waktu aku berkunjung ke Kawah Ijen di Banyuwangi.
Saya ketemu dengan seorang penambang belerang yang namanya aja bahkan saya tidak tahu.
Waktu istirahat dan ngobrol2 santai sama beliau, beliau tiba2 ngmg gini:
"Saya itu heran sama penambang lain. Ngakunya Islam, tapi jam2 uda berangkat nambang di Kawah. Akhirnya ya mereka gak pernah sholat subuh. Padahal belerangnya juga gak bakal kemana2. Saya kalo berangkat itu ya jam 7 pagi gini mas. Biar bisa shalat Subuh dulu. Karena saya yakin kalo kita berangkat kerja sesudah subuh, barokahnya pasti banyak. Apalagi kita Islam, ya hrs sholat 5 waktu"
Bapak Penambang yang Namanya aja saya gak tahu
Kalau dicermati dan diresapi, Kebijakan gak harus didapat dari orang hebat. Kebijakan bisa dateng darimana aja kok. Termasuk dari orang2 yang selama ini kita anggap remeh.
Itu baru namanya Kebijakan (yang) Sederhana..