Sabtu, 17 Mei 2014

Tragedi Tambun dan (kemungkinan) Kebohongannya

Seluruh masyarakat Surabaya,  dan mungkin Indonesia.
Ato mungkin seluruh Dunia pasti masih segar ingetannya tentang : "Tragedi Tambun"
Karena memang tragedi ini sangat miris dan menyedihkan.

Belum tau Tambun?
Tambun itu singkatan dari Taman Bungkul hahaha
Taman yang ada pas di tengah kota Surabaya. Taman yg sdh jadi ikon Kota Surabaya.
Taman yg beberapa kali dapet penghargaan skala int'l.

Dan sekitar 1 minggu yg lalu,, tragedi itu terjadi.

"Taman Bungkul yang sudah direvitalisasi oleh Pemkot Surabaya dari (sekitar) tahun 2003, rusak parah hanya dalam waktu 15 menit"

Tanaman di median jalan sepanjang 1 km rusak parah.
Tanaman2 di Taman Bungkul bagian depan jg rusak dan rata.
Suasana Car Free Day yg tiap minggu diadakan di Jalan Raya Darmo (Jalan protokol dpn Taman Bungkul) yang biasanya ceria uda jadi serem gara2 lautan manusia yg banyak banget.
Penyebabnya cuma 1 :  Orang-orang pada berebut ice cream (orang surabaya bilangnya es grem) yang dibagikan gratis sama W*lls. rata2 ice cream itu harganya cm 3 ribuan.

Kronologis lengkap banyak di berita kok. Ini salah satunya :

Terlepas dari salah siapa, warga yang terlampau beringas ato penyelenggara yang teledor.
Ada beberapa hal yg jadi sorotan saya :
1. Unil**er selaku produsen W*lls bilang kalo pihaknya gak tau apa2. Karena sdh melimpahkan teknis acara ke EO di Surabaya
2. Kata Unil**er, pihak EO bilang kalo perijinan sudah beres dan acara bisa dilaksanakan
3. Dari pihak pemkot dan kepolisian bilang kalo kegiatan itu ilegal dan gak ada ijinnya

Terkesan saling lempar bola tanggung jawab kan?

Nah, saya dpt info dari sumber yang (lumayan) terpercaya, ada beberapa fakta yang gak di blow up ke media sampai sejauh ini (udah berasa detektif profesional banget ini hehe).
1. EO yang dimaksud Unil**er itu namanya S*nj*ya. EO yang ada di 3 kota (Jakarta, Surabaya, Bandung). dan memang EO ini rekananya Unil**er. Untuk di kawasan Jatim, emang EO ini yang dipercaya sama Unil**er untuk penyelenggaran promotion event (kalo yang ini saya tau bener, karena pernah bersinggungan sama EO ini)

2. Unil**er bilang semuanya dilimpahkan ke EO. Mulai pemilihan lokasi, perijinan dll nya. Padahal dari pihak Unil**er sendiri yg pgn tempatnya di tambun. Karena tau tambun itu tempat yg pasti rame. Jadi bisa minimasi biaya promosi event yang niatannya mau dibuat pemecahan rekor MURI juga

3. Pihak EO uda bilang klo perijinan buat event besar di tambun agak seret, tapi Unil**er masih pgn tempatnya di tambun

4. Ada kabar yg bilang kalo akhirnya EO dpt ijin dari pemkot. Tapi gak tau ijinnya ini resmi ato enggak (cuma sebatas uang pelicin supaya dijinin tanpa ada ijin resmi). Indikasi ini muncul stelah pihak pemkot secara tegas bilang g ada ijin, padahal pihak EO merasa uda dpt ijin (nah lo)

5. Katanya juga, pihak Unil**er sdh membayar sebagian ganti rugi. Tapi tuntutan pemkot ke pihak Unil**er blm dicabut

6. Petinggi EO di Surabaya ini kabarnya sekarang jadi tersangk atau saksi kuat yg bisa mengarah ke tersangka gitulah.


Dari beberapa poin di atas, terlihatnya sih pihak Unil**er terkesan cuci tangan banget.
Walaupun pada akhirnya tetap membayar kerugian materiil kerusakan Taman Bungkul sesuai janjinya.
Silahkan dinilai sendiri apa yg sebenarnya terjadi gara2 peristiwa ini.
Apakah memang masyarakat Surabaya yang salah??
Mereka bilang cinta Surabaya. Cinta ikon Surabaya. Cinta Taman Bungkul. Bangga akan Taman Bungkul.
Tapi gara2 es krim harga 3000an, jadi lupa sama omongan2 mereka dan secara sadar ataupun g sadar jadi merusak Taman Bungkul.
Ataukah pihak EO?
Atau pihak produsen produk?
Atau malah pihak pemkot yang ada indikasi ke arah gratifikasi???
Jujur saya juga gak bisa memastikan.
Semuanya masih dugaan.

Saya mau publish tulisan ini juga agak takut.
Takut kena UU elektronik ato mungkin pencemaran nama baik :(
ya semoga semua bisa ambil hikmah dari Tragedi Tambun itu.
Kalo memang sayang dan bangga, kita juga kudu bisa merawat dan mempertahankannya.
Bener kan? :)

Selasa, 13 Mei 2014

Gunung Penanggungan : Sang Beranda Pulau Jawa

1.653 mdpl???
Pendek banget..

Kesombongan itu yang keluar dari mulut dan pikiran saat ngobrol sama temen dan merencanakan pendakian selanjutnya (saya itu suka banget mendaki sama naik gunung, walaupun fisik lemah tapi bondo nekat aja haha)
Kesombongan itu muncul karena saya selama ini selalu mendaki gunung yang ketinggiannya di atas 3.000 mdpl.
Sombong sekali..
Memang...
Saya belum menyadari kalo setiap gunung itu punya kesulitan, sensasi dan tentunya keindahannya sendiri-sendiri.

Akhirnya karena beberapa kali lihat blog tentang Gunung yang ada di daerah Trawas, Mojokerto ini. Dan ternyata dijelaskan kalo view yang bisa dilihat dari gunung ini, "numero uno", akhirnya saya dan beberapa teman memutuskan untuk berangkat ke sana.
Kami sengaja membawa perbekalan yang lebih untuk jaga2. Kami merencanakan memasak sebanyak 3 kali. Yaitu Sabtu Malam, Minggu Pagi dan Minggu Siang.
Karena Gunung Penanggungan tidak mempunyai sumber air, disarankan bawa persediaan air minum yang cukup.

Kami berangkat dari Surabaya hari Sabtu pukul 12.30 WIB ke arah Trawas. Dan karena di antara kami belum ada yang pernah ke sana, alhasil kesasar berkali-kali dan baru sampai di area pendakiannya pukul 15.30an.
Dari Surabaya kami naik motor menuju ke arah Tretes dan kemudian Trawas.
Sekedar info, pos pendakian Gunung Penanggungan dari rute Trawas ini letaknya sebelahan sama Kampus Ubaya cabang Trawas. (Gunung Penanggungan sendiri memiliki sekitar 4 rute : Trawas, Ngoro, Jolotundo dan apa lagi lupa).
Sampai di pos, kami santai2 dulu dan ngopi2 dulu (ini ciri khas kalo mau mendaki, dienakin dulu makan sama minumnya hha).
Kami baru berangkat pukul 16.30an. Sesuai info dari temen2 di pos pendakian, kalo jalan lambat, bisa sampai di puncak bayangan (area camp) sekitar 4 jam jalan. Kalo jalan cepet bisa cuma 2 jam.
Dan setelah jalan 3 jam. Kami akhirnya sampai di pos bayangan jam 19.30an.

Jalur pendakian Gunung Penanggungan dari rute Trawas ini sebenernya gak terlalu panjang.
Tapi memang derajat kemiringannya yang lumayan.
Saya membagi tipikal jalur pendakian gunung ini jadi :

1. Area Bawah
Jalur ini dimulai di pos pendakian, ngelewatin kebun2. Area penebangan pohon. Perjalanan di area ini sekitar 30 menit jalan sedang dan stabil. Medannya relatif datar dengan banyak batu2 (jalan makadam) dan juga jalur tanah. Perbatasannya area ini adalah saat ada papak penunjuk yang menunjukkan arah ke puncak yang mengambil arah belok kanan. Ini merupakan papan penunjuk pertama yang ada.

2. Area Hutan 1
Di jalur ini, tumbuhan mulai banyak dan pohon2 sudah mulai menutupi trek. Jadi area ini akan relatif lebih dingin. Tapi di area ini, sudah mulai menanjak tapi dengan kondisi trek yang masih lebar dan dominasi trek tanah. Derajat kemiringan area ini sekitar 30-40 derajat. Tapi masih enteng karena tipikal treknya yang tanah berlantai-lantai sehingga masih bisa jalan sedang dan stabil. Durasi perjalanan di area ini sekitar 1 jam. Perbatasan area ini adalah saat ada papan penunjuk yang menunjukkan arah ke puncak. Ini merupakan papan penunjuk kedua.

3. Area Hutan 2
 Area ini lanjutan dari area hutan 1. Lanjutan, karena memang tipikal areanya sama. Banyak pohon dan teduh. Perbedaannya ada di derajat kemiringan sama kondisi trek. Di area ini, kondisi trek dominan batu-batu kecil dan trek yang sempit  serta nyempil di antara dinding tanah yang tingginya sekitar 1,5meter sampai 2 meter. Derajat kemiringannya antara 40-60 derajat. Di area ini kita kudu sering2 menggunakan bantuan tangan, dan kudu ati2 karena di area ini banyak banget lintah dan ulat bulu yang nempel di batu2 ato pinggiran dinding tanah. Durasi perjalanan di area ini sekitar 1,5-2 jam.

4. Area "Di Mana Pemandangan Sangat Indah"
Hahaha....
ya itu nama yang saya kasih buat area ini karena di area ini sudah gak ada pohon. Cuma ada ilalang. Derajat kemiringannya sudah kembali normal sekitar 20-30 derajat dan treknya sudah dominan tanah liat. Durasi perjalanan area ini hingga puncak bayangan sekitar 10 menit.
Nama sensasional itu saya berikan karena di area ini kamu bisa lihat Gunung Arjuno dan Welirang dengan jelas tepat berada di lurusmu. Dan juga tentunya pemandangan kota serta Gunung Mahameru di kejauhan. Saya ada di area ini sekitar pukul 18.30, dan pemandangaannnya indah bangeeet!!! Lampu2 kota dan banyak kembang api di kota yang menambah eksotis pemandangan malam itu.


Setelah pukul 19.30 sampai di Puncak Bayangan, kami mendirikan tenda dan masak2.
Setelah itu kami istirahat hingga pukul 02.00 WIB.
Kami naik ke puncak pukul 02.30 WIB dengan membawa 1 tas ransel yang diisi dengan 2 botol minum dan 2 roti sisir (fyi, rombongan saya terdiri dari 6 orang).

Trek menuju puncak ini derajat kemiringanya bisa sampai 70 derajat dengan kondisi di awal perjalanan tanah liat dan kemudian semakin tinggi semakin dominan batu2.
Dengan kondisi yang seperti ini, benar2 mengingatkan saya dengan trek puncak Mahameru. Bedanya cuma di Mahameru pasir, di Penanggung batu.
Kami sampai puncak pukul 04.00 WIB dan masih sangat gelap.
Kami istirahat dan santai2.
Dan sunrise muncul sekitar pukul 05.00.

Semakin terang dan terang....
Dan semakin terlihat pemandangan yang indah yang bisa dilihat dari Gunung Penanggungan.
Gunung mini yang memiliki tinggi 1.653 mdpl.
Dengan kondisi yang sangat cerah.
Matahari yang semakin membumbung tinggi ditemani sesekali dengan hembusan kabut yang menutupi sedikit dari keperkasaan sang raja matahari.
Sebelah barat terlihat gugusan kota dengan bayangan puncak Penanggungan. Iya bayangan. Bayangan terbesar yang pernah saya lihat. Yang membuat gugusan kota tersebut terlambat mendapatkan sinar sang raja matahari.
Di arah selatan, terlihat dengan jelas dan dekat kegagahan Gunung Arjuno dan Welirang yang berdiri kokoh tepat di hadapan Gunung Penanggungan.
Semakin ke selatan, terlihat di kejauhan semburan asap Puncak tertinggi di Jawa. Sang atap langit pulau Jawa, Puncak Mahameru.
Di arah timur, terlihat lautan awan yang menutupi pemandangan kota yang dipenuhi dengan orang-orang yang mulai sibuk menjalankan aktifitasnya.

Saat itulah saya tersadar.
Selama ini saya mendaki gunung dan mencapai puncak. Mulai puncak Mahameru. Puncak Welirang. Puncak Arjuno. Puncak Lawu. Kegagahan Gunung Argopuro...
Gunung Penanggungan inilah yang memberikan keindahan puncak yang paling mewah.
Tidak tinggi memang.
Memang mini.
Tapi indah.....
Dari situlah saya menyadari :

"Jika ingin melihat dan mengabadikan pemandangan yang indah. Kita harus mencari tempat yang sesuai untuk menikmati pemandangan tersebut. Kta tidak akan dapat menyadari sepenuhnya pemandangan indah tersebut jika kita berdiri tepat di atas pemandangan tersebut"

Dan Gunung Penanggungan ini merupakan tempat yang sangat sesuai untuk dapat melihat pemandangan indah ini. 
Mulai tingginya Gunung Arjuno dan Welirang.
Keseksian Puncak Mahameru.
Hingga panorama kota yang menandakan kehidupan modern manusia.
Inilah tempat yang paling sesuai...

Oleh karenanya, bila Mahameru mendapat julukan : "Atap Langit Pulau Jawa"

Saya menyebut Gunung Penanggungan dengan julukan : "Sang Beranda Pulau Jawa"


Suasana Daerah Trawas Malam Hari dari Puncak Bayangan (dok.pribadi)

Puncak Penanggungan Berselimutkan Hembusan Kabut Tipis (dok.pribadi)

Sang Raja Matahari dengan Sombong Menampakkan Sinarnya (dok.pribadi)

Sang Atap Langit Pulau Jawa, Puncak Mahameru (dok.pribadi)

Hike?That's always be fun. Hike+Friends? That's always be perfect journey (dok.pribadi)

Ilalang yang Berusaha Menutupi Kesombongan Sang Raja (dok.pribadi)

Kegagahan Gunung Arjuno dan Welirang (dok.pribadi)

Lautan Awan yang Menjadi Ornamen Wajib Puncak Gunung Manapun (dok.pribadi)

Is there something that more beautiful than this? please show me (dok.pribadi)

Kelompok Kecil Perjalanan (dok.pribadi)

Kelompok Kecil Perjalanan (dok.pribadi)


Kamis, 08 Mei 2014

Namanya Juga Tugas Akhir .....

Tulisan ini menyambung dari tulisan saya yang punya judul "Balada Mahasiswa Semester Akhir (1)", yang edisi (2) nya juga blm dibuat karena males nulis panjang-panjang  -mendingan juga dibuat nulis laporan Tugas Akhir 8) -

Di masa semester 8 saya ini yang juga saya tetapin harus sebagai semester terakhir di masa perkuliahan, saya Alhamdulillah cuma ambil 10 sks.
5 sks itu Tugas Akhir.
3 sks itu mata kuliah "kampret" yang ngulang dari semester 6.
2 sks nya lagi itu mata kuliah bersama yang memang di kurikulum itu buat mahasiswa semester 8, tapi gak tau kenapa temen2 saya pada ambil di semester 2, 4 ato 6. Jadi seakan-akan hina sekali mengambil mata kuliah ini di waktu yang sesuai (aneh ....)

Buat mata kuliah "kampret", kebiasaan dari semester 6 susah sekali dihilangkan.
Karena mata kuliah ini sistemnya "team teaching" (jadi gak ada dosen tetap, dosen gantian terus sesuai kebutuhan materi). Tujuannya sistem itu kan supaya mahasiswa dapat materi yang spesifik dari orang yang spesifik juga. Tapi pada kenyataannya, penjelasan dari satu dosen dan dosen yang lain itu gak ada yang koheren. Akhirnya mahasiswa yang gak suka baca (kayak saya), pasti kesulitan menangkap inti dari perkuliahan ini.
Untung aja sebagai salah seorang veteran mata kuliah ini (a.k.a. mahasiswa tua yang ngulang), masih bisa meraba-raba sedikit inti dari matkul ini.
Oh ya, yang saya maksud kebiasaan dari semester 6 ini adalah : TIDAK MENGIKUTI PERKULIAHAN -___- (please jangan dicontoh yang beginian)
Kalo di semester 6, sering gak masuk karena jadwal kuliah yang jam 7 pagi dan hari SENIN dan saya harus berangkat dari rumah saya di SIDOARJO ke kampus tercinta saya yang ada di SURABAYA (it means sekitar 35km perjalanan). Perjalanan sekitar 1 jam kalo lancar, nah karena hari SENIN merupakan beginning of the week and that's suck. Kalo saya berangkat dari rumah telat 5 menit aja ato jam 06.05, durasi perjalanan bisa berlipat menjadi 1 jam 45 menit!
Akhirnya saya sering telat.....entah ini bisa dijadikan alasan ato enggak.
Kalo di semester 8 ini, beberapa kali saya sudah gak masuk karena alasan yang lebih terhormat : Saya harus ke objek penelitian saya, dan itu tidak bisa ditinggalkan..... entah ini bisa dijadikan alasan (lagi) ato enggak.

Di sinilah letak ke"suck"an berikutnya.
Objek penelitian saya itu Pabrik pupuk besar yang terletak di Kota Gresik.
It means, sekitar 30km perjalanan dari kos saya yang terletak di dekat kampus tercinta saya.
Kalo lancar perjalanan sekitar 1 jam.
Kalo uda macet perjalanan bisa jadi 1,5 jam -___-
Dan yang lebih "suck" adalah karena saya tidak naik mobil, tapi naik tunggangan andalan saya (Motor Supr* 125 cc yang uda menemani saya jatuh dan nabrak apa aja), saya harus lewat jalan bawah. Dan itu jalur TRUK. iya, TRUK.TRUK.TRUK.TRUK. -__-
Panas.
Debu.
Macet.
Kampret.

Ada yang lbh kampret lagi?
ADA....
karena topik TA saya berhubungan dengan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), jadi saya harus sering interaksi sama orang di sana dan metodologi penelitian saya pun harus sesuai dengan keadaan di sana.
Itu berarti, saya kudu sering ke sana. hufthz...
Seminggu bisa sampai 2-4 kali ke sana.

Ada yang lebih kampet lagi?
ADA.....
karena berhubungan dengan perusahaan, jadi saya harus menyesuaikan dengan jadwal di sana.
Pernah saya butuh banget buat konsultasi, tapi orang sananya cuma bisa 1 jam di sela2 beliau rapat.
Yaaaaaa.....gimana lagi???
Total 60an kilometer.
Total 3 jam pulang pergi.
Cuma untuk ngobrol sekitar 35 menit.

tapi ya gimana lagi??
Namanya Juga Tugas Akhir .......
Semoga bisa berakhir dengan manis :)

Dan di dalam lubuk hati yang terdalam,
saya menikmati proses ini.
Proses dimana saya bener2 tau namanya perjuangan.
Perjuangan yang dilewati di tengah terpaan debu, kucuran keringat, di bawah teriknya matahari, di tengah himpitan roda besi dan di tengah hiruk pikuk klakson yang membahana (cieee puitis gerimis)
Proses dimana saya bisa tahu keadaan aktual lapangan pekerjaan kayak gimana.
Proses dimana di setiap langkah saya, terdapat doa dari Orang tua saya.
Proses dimana setiap saya down, terdapat doa saya sendiri agar senantiasa diberikan konsistensi.
Proses dimana setiap saya kesel dan ingin mengeluh, saya selalu berpikiran positif dan berbisik :

Namanya Juga Tugas Akhir ........
Semoga bisa jadi yang terakhir.
Aaamiiiin....

Kamis, 24 April 2014

Terminal, Stasiun dan Bandara

Ketiga tempat sesuai judul di atas itu memiliki kesamaan secara identik.
Apalagi kalo bukan ketiganya itu merupakan tempat pemberhentian dan destinasi transportasi umum.
Tempat dimana arus lalu lintas transmigrasi dan urbanisasi penduduk terjadi, baik secara parsial maupun kolektif (berat banget bahasanya ya ....)


Buat orang-orang yang suka travelling, pasti akrab banget minimal satu dari ketiga tempat ini.

Sharing aja ya.
Jaman taun lalu sewaktu saya masih jadi anggota 2 foundation yang sering ngadain acara di luar kota, saya akrab banget sama yang namanya bandara. Pernah waktu itu dalam tempo 2 bulan, 6 kali saya main-main ke bandara hehe. Dan yang paling enak, gratis semua gak pake bayar (y)

Nah, waktu uda gak jadi anggota foundation itu, otomatis gak bisa seenaknya lagi.
Tapi karena hobi traveler masih menggelora, akhirnya sekarang lebih akrab sama yang namanya terminal.
Anak terminal broo.

Tapi gak tau kenapa, saya jadi suka banget sama yang namanya terminal.
Gak ada yang bisa nyamain suasana terminal.
Dimana keramaian orang jualan terasa selama kurang lebih 20 jam per harinya.
Dimana setiap langkah kakimu, kamu pasti megangin bawaannmu dengan erat (jaga-jaga copet coy).
Dimana bus selalu cepat silih berganti berhenti di shelter yang ada.
Dimana musik dangdut selalu menjadi musik yang dominan dan mayoritas dan dimainkan dengan keras.
Dimana kamu bisa beli makan dan minum dengan harga yang sangat murah karena banyakan warung daripada restorannya.

Tapi yang lebih penting daripada itu,
Ketiga tempat itu menyenangkan karena di tempat itulah kamu bisa melihat seseorang saling menghargai waktunya bersama dengan orang lain.
Entah karena mereka baru bertemu setelah sekian waktu tidak bertemu ataupun mereka ingin menikmati waktu-waktu terakhir mereka bersama sebelum salah satu di antaranya harus pergi meninggalkan.

Sering saya dengar banyak orang yang telpon di ketiga tempat itu dan selalu inti pembicaraannya selalu sama :
"Iya, ini sudah di atas bis kok. Kamu hati-hati ya di sini. Doain aku selamat sampai tujuan. Sampai ketemu lagi"

"Kamu dimana? Ini aku uda mau sampek kok. Aku bawa oleh-oleh buat kamu, tungguin aku ya"

Itu pembicaraan yang lazim terdengar.
Entah itu pembicaraan antara Orang tua dengan anak atau sebaliknya, sepasang kekasih atau suami istri, atau mungkin dengan sesama teman.
Tempat inilah yang selalu membuat orang menghargai waktunya bersama dengan orang terdekatnya.
Itu sebabnya saya suka dengan Terminal, Stasiun dan Bandara.....

Senin, 21 April 2014

Selamat Hari Kartini!!! Bagaimana Kabar Emansipasi?

Hari ini tanggal 21 April. Pas banget dengan hari lahirnya Raden Adjeng Kartini atau R.A. Kartini yang ditetapkan sebagai Hari Nasional Kartini.
Hari dimana waktu jaman SD pasti diselenggarakan karnaval atau pawai.
Kita2 (terutama anak cewek) yang masih lugu, diem aja waktu didandanin dan dipakein baju kebaya ala Kartini dan baju ala Basofi dan disuruh jalan ato bahkan naik kereta kelinci keliling kota haha.

Lebih dalam lagi, peringatan itu juga harus disertai dengan pengetahuan tentang peringatan itu sendiri.
Kartini itu merupakan sosok inspirasional banget, terutama buat kaum cewek yang hyper aktif dan punya cita-cita setinggi langit. Karena Kartini menjunjung tinggi yang namanya Emansipasi.
Iya, namanya EMANSIPASI.

Emansipasi simpelnya adalah persamaan hak. Kalo emansipasi wanita berarti persamaan hak yang dimiliki oleh wanita dan kebebasan untuk menentukan pilihan dan nasibnya secara merdeka.

Dulu Kartini merupakan salah satu pelopor dan pejuang emansipasi. Salah satu, karena sebenarnya banyak yang lainnya, tp gak diekspos aja.
Kartini merupakan anak Bupati Jepara (kalo gak salah) yang kental dengan budaya, adat dan tradisi. Dan Kartini ini beruntung karena keturunan ningrat makanya bisa sekolah di sekolah Belanda, dan karena sering kumpul sama meeneer2 belanda itulah, pemikiran dan pandangan Kartini terbuka soal hak-hak wanita yang jelas beda banget antara di Belanda (Budaya Eropa) dengan di Indonesia dan Jawa (Budaya Timur).

Kalo ada istilah Jawa yang intinya menyebutkan kalo cewek itu cuma bisa MACAK, MANAK, MASAK (Dandan, melahirkan, masak).
Lha si Kartini ini pingin merubah paradigma itu supaya wanita-wanita Indonesia bisa menggapai mimpi dan hak yang jauh lebih tinggi daripada sekedar tiga hal itu. Makanya Kartini akhirnya membuka sekolah khusus wanita di Rembang da Jepara (kalo gak salah juga) dan membuat buku fenomenal "Habis Gelap Terbitlah Terang" yang katanya isinya itu banyak mengkritisi kebudayaan-kebudayaan di Jawa yang sering memarjinalkan kaum perempuan.

Nah, itu Kartini. Pahlawan pada masanya dimana wanita memang sangat dikekang, gak bisa ngapa2in. Mau sekolah aja susah, kudu siap dijodohkan, kudu siap dimadu.
Kartini muncul sebagai pendobrak.

Kenapa kok bs sampai wanita dikekang seperti itu.
Sekali lagi, karena faktor TRADISI.
Di saat adat daerah sangat kuat pada jamannya, patokan utama itu ada pada adat dan budaya.
Dan memang budaya Jawa itu membuat wanita menjadi kaum marjinal. Karena adat Jawa itu kolot.
Ada bagusnya sih, sopan santun dan tata krama dijunjung tinggi, tp selalu ada negatifnya juga.

Tapi kalo di Islam, wanita itu tidak dibedakan dengan kaum pria.
Malah nama Wanita diabadikan dalam salah satu suratul Qur'an (An-Nisa).
Kalo kata Alm. Papa saya, bahkan Islam gak pernah melarang wanita buat berdagang dan ikut berjihad perang.
Islam itu mejunjung tinggi kehormatan wanita, makanya Wanita diwajibkan menutup auratnya.
Karena semua wanita itu (seharusnya) ibarat Putri yang tubuhnya tidak bisa dilihat sembarangan orang kecuali muhrimnya sendiri.

Lha, permasalahannya sekarang adalah : Apakah Emansipasi Wanita Sudah Terwujud???????

Kalo boleh jawab dengan lantang saya akan jawab : Sudah Terwujud. Terlalu Terwujud Bahkan.

Semua kegiatan wanita kebanyakan dipondasikan oleh asas Emansipasi.
Di Indonesia sudah pernah ada Presiden Wanita.
Politis juga makin banyak yang berasal dari kaum perempuan.
Motivator? Sudah banyak yang perempuan.
Pengusaha? Sudah banyak, bahkan sudah ada namanya sendiri : BusinessWomen.
Atlit?? Banyaaaaak yang perempuan. Atlit Angkat besi, binaraga dan pegulat aja ada dari perempuan.

Hampir semua profesi di dunia ini sudah bisa ditekuni oleh wanita.
Tapi karena saya Islam dan memang agama ini yang menjadi pondasi paling utama saya, bukan adat ato apapun,
Sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang mampu menyelaraskan fungsi, hak dan kewajibannya:
- Seorang hamba Allah ( At-Taubah 71 )
- Seorang istri ( An-Nisa 34)
- Seorang ibu ( Al-Baqoroh 233 )
- Warga masyarakat (Al-furqan 33)
- Da’iyah ( Ali Imran104 -110)

Jadi, jangan terlalu meyerukan emansipasi kalo 5 fungsi itu blm bisa dijalankan dengan benar.
Karena Kartini menyerukan emansipasi dengan tujuan untuk menyelamatkan kaum wanita dari penindasan, bukan malah mengarahkan wanita menjadi kaum penindas.

Selamat Hari Raya Kartini.
Rayakan, Resapi, Lakukan.

Kamis, 17 April 2014

Balada Mahasiswa Semester Akhir (1)

Udah 3 tahun 8 bulan saya kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Di kampus yang katanya "Kampus Perdjoeangan".
Di kampus teknologi yang selalu berada di bawah bayang2 saudara tua : Kampus Gajah di Bandung.
Di jurusan yang gedungnya misah sendiri dari gedung2 jurusan fakultas yang sama : Jurusan Teknik Industri.

Udah banyak banget kejadian, pengalaman, pemikiran, kesempatan, jatuh-bangun yang dirasain selama kuliah ini.
Mungkin uda sama kayak sinetron "Tersanjung" yang ceritanya nyambung sampek ke anak cucunya.

Semester 8 itu semester penghabisan buat mahasiswa yang cita2nya emang lulus tepat waktu, gak kecepetan, gak molor.
Semester yang dulu sewaktu masih maba, kita anggap semester yang enak soalnya banyak waktu kosong dan nganggurnya, gak mikirin kuliah yang padet. Tugas segunung, organisasi yang ribet dll.
Tapi ada musuh besar buat mahasiswa semester ini, namanya SKRIPSI/TUGAS AKHIR.

Sebenernya klo TA itu gak dipikirin berat2, ya bisa jg. Tapi kalo mau dipikir berat2, ya bakalan kerasa berat banget.
Saya lebih memilih jadi opsi yang pertama : Gak mikirin berat2.

Alhasil ya kayak sekarang ini.
Hari ini saya bakalan seminar proposal TA.
Karena gak mau mikirin berat2 banget, PPT aja baru jadi H-beberapa jam. dan selama pengerjaan dipenuhi dengan kegalauan, umpatan dan kantuk haha.
Ini sifat jelek yang emang bener2 kudu dibuang jauh2.
Saran aja : Selama punya waktu kosong, kerjain dan habisi musuh besar itu (TA). Dan seharusnya sebagai mahasiswa semester 8, Insya Allah banyak waktu kosonglah, Aaamiiiin...

Apapun hasilnya, semoga seminar hari ini bisa lancar.
Revisi gak banyak2 banget, dan gak ngantuk pas mau presentasi.

Namanya juga mahasiswa semester 8, mungkin siklus hidupmu bakal kebalik.
Mungkin kita bakal lebih sering jadi Nocturnal daripada jadi Manusia Normal....

Sabtu, 29 Maret 2014

Penumpang dan Sopir Bus

"Segala sesuatunya bakal kelihatan mudah kalo dianalogikan"

Itu kata-kata yang sering saya ucapkan ke orang lain yang hobi menganalogikan sesuatu.
Itu suatu kalimat sarkasme juga sih sebenarnya, karena memang  sgala sesuatunya bakal terlihat mudah kalo dianalogikan.
Dan saya bkn orang yg suka beranalogi.
Contoh kalimat analogi pembangkit semangat yang membuat hidup jadi simpel banget :

"Hidup itu kayak sepeda fixie. Untuk menyeimbangkan sepeda, jauh lebih mudah kalo km terus mengayuh maju ke depan daripada km berusaha untuk mundur atau diam di tempat" (btw ini analogi yang saya buat sndiri haha)

Hidup jadi kerasa mudah banget kan kalo diliat dari analogi itu??
Hidup itu emang susah dan penuh cobaan. Tapi cara paling mudah ngelewatin itu semua adalah you must go on. Maju aja terus. Jangan merenungi masa lalu atau diam di tempat tnp melakukan apa2, mungkin kurang lebih gitu arti analogi tersebut.

Dan saya mau share tentang analogi baru yang saya pkirin secara tiba2.

Cowok dan cewek itu dua entitas yang sangat berbeda dari segi apapun. Dan saya menganalogikan cowok itu kyk sopir bus dan cewek itu sebagai penumpang bus.
Kalo dari sudut pandang penumpang bus (cewek) :
"Kita selalu naik bus yg sama tiap hari. Itu membuat kita gak pernah tahu dunia luar. Makanya jika kita naik bus yang lain, bahkan walau kita salah rute, syukurilah. Karena kesalahan itu akan membuat kita tahu dunia luar"

Kalo dari sudut pandang sopir bus (cowok) :
Kita selalu mengendarai kendaraan yang sama setiap hari dengan penumpang yang mayoritas sama setiap harinya. Oleh karenanya, jika ada penumpang baru yang naik ke bus kita, walaupun dia ternyata salah rute. Hal tersebut sangat berkenang untuk kita. Karena dia telah memberikan suatu penyegaran di tengah2 hal yg rutin"

Maknanya apa dari analogi di atas??
silahkan dimaknai sendiri :)

Jumat, 28 Maret 2014

Jika Setiap Bohong Akan Dihitung Dosa Tanpa Terkecuali (2)

Menyambung tulisan saya sebelumnya yang uda basi banget (maklum ya, lagi ngerjain tugas yang menentukan masa depan. Re: Skripsi)

Teman sekosan saya, sebut saja Pocong, bilang kalo semua bohong itu dihitung dosa tanpa terkecuali, maka orang yang paling berdosa di dunia adalah Ibu/Mama/Mami kita.

Hbs dengerin pernyataan Pocong itu, ya saya heran2 aja dan melakukan pembantahan.
Gimana caranya orang yang ngelahirin kita, yang membuat proses regenerasi manusia bisa bertahan sampai sekarang, seseorang yang kasihnya kepada anaknya selalu kekal, malah di judge sebagai orang yang paling berdosa sedunia??

Si Pocong berkata :
"Arek iki loh, gak paham-paham. Justru gara-gara itu dia jadi orang paling berdosa di dunia. Coba inget2en semua kelakuan mamamu"

  • Waktu kamu sakit, mamamu nungguin kamu terus. Standby jagain kamu kalau2 kamu btuh sesuatu. Saat kamu bilang : "Mama istirahat aja. Nanti capek". Mamamu pasti jawab "Gak capek kok. Mama udah tdr tadi, udah kamu istirahat aja.Mama jagain terus kok". Padahal jelas2 mamamu bohong, daritadi dia nungguin kamu dan belum istirahat tapi karena cuma pgn mastiin kamu baik2 aja, beliau rela menahan capek buat sekedar jaga kamu
  • Waktu kamu pulang dari sekolah ato kampus dan dalam kondisi laper, ternyata di rumah nasi dan lauknya tinggal sedikit dan cuma cukup buat porsi makanmu. Pasti kamu bilang : "Ma, kok makanannya tinggal sedikit??aku belum makan ini". Dan pasti mamamu jawab : "Udah, makan aja nak.Tadi mama belum sempet masak gara2 ada keperluan. Mama udah makan kok". Padahal jelas2 mamamu bohong lagi, beliau juga belum makan dan sengaja gak makan supaya kamu bisa makan. Beliau rela nahan laparnya supaya kamu gak kelaparan dan gak bakal jatuh sakit lagi.
  • Waktu uang jajanmu habis dan kamu lagi butuh uang buat keperluan yg sebenarnya gak terlalu urgent. Pasti kamu bilang : "Ma, minta uang ya? Aku butuh buat print tugas, bla, bla, bla, bla". Dan pasti mamamu jawab : "Oh iya nak.Ini mama ada uang kok. Buat kamu aja. Dipake yang bener ya?". Padahal jelas2 mamamu bohong lagi dan lagi, dia ada keperluan juga yang mungkin kamu sendiri gak tahu apa keperluannya karena kamu terlalu cuek sama beliau. Tapi beliau rela mengundur keperluannya itu untuk keperluanmu yang gak seberapa urgent yang dilapisi dengan kebohongan.
Saya langsung bengong2 aja dengar penjelasannya si Pocong dan jadi terharu sih.
Saya bersyukur dan berdoa dalam hati semoga saya gak terlalu sering membuat mama saya bohong sama saya.

Makanya, gak ada salahnya kan kalo kamu berusaha buat mamamu gak bohong?
Caranya gampang kok. Tiap pagi salam dan cium tangan beliau. Cium pipi dan kening beliau. Dan bilang dengan suara yg jelas "Aku sayang sama mama. Mama baik2 ya."
Dan pasti mamamu jawab "Mama juga sayang sama kamu. Mama selalu doain kamu. Semoga kamu jd anak yg sholeh/ah dan berbakti sama orang tua. Kamu jaga diri ya".

See???
Itu pernyataan yang jelas2 bukan suatu kebohongan.
Karena mama selalu sayang sama kita dan selalu doa buat kita apapun kondisi kita dan apapun kondisi beliau.

Sabtu, 15 Maret 2014

Jika Setiap Bohong Akan DIhitung Dosa Tanpa Terkecuali (1)

Saya ini gak bisa bicara bijak karena memang saya belum menjadi orang yang bijak.
Saya ini juga gak bisa bicara manis dan berwibawa karena memang saya merupakan orang yang apa adanya.

Pembelajaran ini saya dapat dari seorang teman satu kosan dan satu angkatan kuliah saya yang namanya Andre T. Nugroho, tapi entah kenapa jadi punya nickname POCONG.
dan nama Pocong yang satu ini bahkan sudah ada sebelum si Pocongggg terkenal hehe.

Waktu itu malam hari, saya lupa hari apa.
Kita sedang jadi 2 pemuda pengangguran yang menghabiskan waktu dengan main gitar dan karaoke kamar (Si Pocong jago main gitar dan saya lumayan jago nyanyi lah :p)

Entah lagi ngobrolin apa, tiba2 terjadi percakapan yang kurang lebih kayak gini lah :

S = Saya
P = Pocong

S : Cong, dadi uwong iku gak oleh mbijukan. Gak barokah uripmu ngkok (Cong, jadi orang gak boleh suka bohong. Hidupmu nanti gak barokah)
P : Arek iki loh. Yakin ta ambek pendapatmu iku? (Yakin sama pendapatmu?)
S : Yo iyolah. Ilingo ajaran agama kene. Bohong iku duso. (Ya iyalah. Ingat sama ajaran agamanya kita. Bohong itu dosa)
P : Yowes2. Misal semua bohong iku diitung duso, awakmu ngerti gak sopo manusia paling duso sak dunia? (Oke2. Misal semua bohong dhitung dosa, kamu tau siapa manusia paling berdosa sedunia?)
S : Yo awakmu iku!! (Ya kamu!)
P : Arek iki loh. Ngerti gak? 
S : Haahaha. Sopo emange?
P : Ibu'e kene lah. (Ibu kita lah)
S : hah???????

Sori banget kalo obrolan kita random banget haha.
Kebiasaan kita emang kita kayak gitu.
Kita melakukan percakapan itu dalam kondisi sambil ketawa dan sok2an. Kalo kata orang Suroboyoan, sambil gaya neges lah.

Ya, dari obrolan itu si Pocong bilang orang paling berdosa sedunia kalo dosa dihitung semua itu ya Ibu/Mama/Mami kita.
Kenapa??
...................

Selasa, 11 Maret 2014

Sistem Politik Indonesia(ku Tercinta)

Saya ini bukan mahasiswa yang senang dengan politik, baik itu politik nasional, internasional maupun politik kampus.
Karena menurut saya, politik itu kotor banget. Abu-abu banget yang mana lawan dan yang mana kawan.
Dan jujur, politik itu menunjukkan wajahnya yang sangat munafik.

Kenapa saya nulis dengan topik kayak gini?
Karena saya jengah.
Iya.Saya jengah.Bosen dan muak setiap kali di jalan melihat banner2 wajah orang yang sangat asing buat saya dengan background warna yang berbeda-beda (yang menandakan mereka dari parpol yang berbeda pula).







Indonesia ini menganut SISTEM POLITIK MULTIPARTAI BERBATAS.
MULTIPARTAI karena partai di Indonesia ini banyak sekali. Kalo setau saya, jaman orde lama itu lebih dari 100 partai ikut pemilu legislatif. Saya gak tau apakah sistem pemilihannya sama kayak sekarang, yang jelas gak bisa bayangin aja harus milih caleg dari 100 lebih partai. Kertas suaranya segede spanduk demo paleng.
Terus jaman Pak Harto, baru ditekan jadi sistem partai terbatas. Karena cuma ada 3 partai kalo gak salah, PDI, Golkar sama PPP.
Dan sekarang baca2 katanya ada sekitar 15 an partai yang sudah pasti ikut pemilu legislatif.
Banyak banget parpol di Indonesia. Sehingga kepentingan yang mau dibawa pun banyaaak bgt. Dan berbeda2 di tiap parpolnya.
Kenapa bs banyak?karena syarat pembentukan parpolnya aja gampang banget!!
Tinggal masalah berani ato gak buat parpol baru??

BERBATAS karena parpol tersebut harus punya minimal 2,5% suara di daerah supaya ada perwakilan di DPR ataupun DPRD.
Misal nih, di daerah X itu terdiri dari 500.000 DPT, berarti parpol harus dapetin minimal 12.500 DPT. itu jumlah yang besar loh.
Makanya banyak banget banner yang memajang foto2 Wakil parpol nya (saya gak bilang wakil rakyat ya, tapi wakil parpol) supaya orang2 tau dan akhirnya milih caleg yang minimal mereka taulah wajahnya gimana.

Dengan banyaknya parpol, akhirnya bisa aja kepentingan parpolnya yang didahulukan daripda kepentingan bersama.
Pernah ada contoh nyata di daerah saya. Wakil walikota nya itu dari parpol yang dominan warna merah dengan simbol binatang matador.
Dia wakil walikota yang diangkat oleh Mendagri sehingga SEHARUSNYA taat sama instruksi Mendagri. Akhirnya saatr polemik kenaikan BBM jadi 6500 kemarin, dia menanggalkan status wakil walikota dan ikut demonstrasi di jalan di depan kantornya sendiri!!! dengan alasan "Karena saya kader partai xxxx, maka saya harus mengedepankan ideologi dan visi partai yang memang oposisi".
Akhirnya setelah fenomena tersebut reda, beliau bikin fenomena lagi dengan mengundurkan diri dari jabatannya dengan dalih akan mencalonkan diri menjadi Gubernur. Waktu diwawancara, dia menjawab "Iya memang saya akan mencalonkan diri menjadi gubernur dikarenakan konsolidasi dari partai saya".
Akhirnya beliau kalah dan sekarang saya lihat banner beliau LAGI sebagai CALON ANGGOTA DPR RI.
Mau ngmg apalagi beliau?disuruh partainya lagi?
Padahal dengan kejadian mundurnya dia dari Wakil walikota, membuat masalah yang berkepanjangan di jabatannya sekarang. Semua warga Kota Pahlawan, Surabaya, pasti tahu dan paham banget masalah ini.

Ini yang saya sebut, benarkah kepentingan golongan dan parpolnya sendiri akan terus diagung2kan dibandingkan kepentingan masyarakat luas?????

Jengah banget dengan hal2 seperti itu.
Banner yang merusak pohon2 kota. Mengurangi lahan pedestrian dan trotoar.
Merusak pemandangan kota dan jalur hijau.
Politik itu kotor.
Saya bukan orang yang menekuni politik atau suka politik.
Saya juga gak tahu bagaimana sistem politik yang paling bagus dan sesuai untuk Indonesia.
Saya cuma berandai, gimana kalo di Indonesia itu cuma ada 2-4 partai sehingga konflik2 multipartai seperti yang terjadi sekarang itu bisa diminimalisir?apakah mungkin???
Tapi mau diapakan pun, ya kita harus terima.
Kita harus terima kalo ya begini ini Sistem Politik Indonesia(ku Tercinta)....